10 pembunuh yang membuat doa anda tidak punya kuasa ditahun 2008.

Tahun 2008 adalah tahun kebangkitan nasional dari gereja Indonesia. Bertepatan dengan momentum 100
Tahun Kebangkitan Nasional ( 1 Mei 1908-2008) dan 80 tahun Sumpah pemuda ( 1928-2008). Tahun 2008
bagi dunia adalah tahun Tikus, lambing tikus adalah kotor, licik, koruptor, pencuri makanan.Tapi bagi anak Tuhan. Tahun 2008 adalah Tahun kebangkitan dan Tahun kemenangan bagi anak-anak Tuhan di Indonesia. Karena kita diberi kesempatan memasuki 100 tahun Kebangkitan Nasional.

Sejarah adalah milik para pendoa syafaat. Para pendoa mempunyai kuasa dan otoritas dari Maha tinggi mengubah situasi yang tidak menentu menjadi situasi yang penuh harapan dan kemenangan.Bagi anak Tuhan ,tahun ini adalah tahun burung Rajawali. Rajawali lambang kebangkitan dan berani menghadapi badai.

10 pembunuh yang membuat doa anda tidak punya kuasa.

Pembunuh Doa #1: Dosa yang belum diakui.
Mazmur 66:18 Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.

Tuhan adalah sempuna dan tidak bisa kompromi dengan dosa.Jika kita kompromi dengan dosa membuat Tuhan jauh dari kita dan membuat doa kita tidak berkuasa. Kabar baik adalah jika kita mengaku dosa kita maka Tuhan akan mengampuni dosa kita.

Yeremia 31:34 :Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."

1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Pembunuh Doa#2 : Kurangnya Iman
Tanpa iman , doa tidak ada kuasa. Bahkan Jesus tidak bisa melakukan mujizat karena orang Nazaret kurang beriman. (Markus 6:1-6)

Yakobus 1:5-8. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit,maka hal itu akan diberikan kepadanya.Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Jesus mengajarkan dalam Matius 21:22.
Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."

Pembunuh Doa#3: Tidak taat pada Tuhan
1 Yohanes 3:22-23
Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.

Tuhan akan menjawab doa kita karena kita taat pada perintahnya. Ketaatan harus menjadi dasar pertumbuhan dari iman kita pada Tuhan dan menjadi doa kita berkuasa.

Pembunuh Doa#4: Tidak ada transparansi dengan Tuhan dan sesama
Yakobus 5:16
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Kitab yakobus menyatakan kebenaran dari Tuhan.Jika kita mengaku dosa dengan sesama dan dimana dibutuhkan transpransi .Tuhan sanggup menyembuhkan kita.Hal yang paling sulit adalah kejujuran dalam pengakuan. Rasa ego menjadi batu penghalang. kita takut reputasi kita tercemar.Tetapi jika taat pada firman Tuhan.Itulah rahasia doa yang berkuasa.Jika kita saling mengaku dosa dan mendoakan.Maka Doa yang telah dibenarkan sangat besar kuasanya.Tuhan hadir jika dua atau tiga orang sepakat dan sehati berdoa.

Pembunuh Doa#5: Tidak mau mengampuni
Kita ingat petrus bertanya pada Tuhan Jesus tentang pengampunan
Matius 18:21-22.
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Matius 6:14-15
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Ketika seseorang menolak mengampuni ada akar kepahitan didalam hatinya.Karena tidak mau mengampuni membuat dia terluka dan membuat semakin kepahitan.Dan seseorang tidak dapat berdoa dengan penuh kuasa ketika ada kepahitan.Karena Kuasa Roh kudus tidak bisa tinggal dan bekerja maksimal didalam hati yang penuh kebencian dan kepahitan.

Pembunuh Doa#6: Motivasi yang salah
Yakobus 4:3
Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Pembunuh Doa#7: Berhala dalam hidup kita
Banyak orang mengira berhala adalah menyembah patung2. Tetapi berhala bisa berwujud dalam berbagai bentuk: Uang ,Karir,anak kita, kesenangan atau hobi dan bahkan pelayanan kita. Sehingga mengangu hubungan kita dengan Tuhan. Berhala adalah Suatu sistem yang membuat kita terikat dan statusnya lebih tinggi dari Tuhan.

Yehezkiel14:3
"Hai anak manusia, orang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hatinya dan menempatkan di hadapan mereka batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan. Apakah Aku mau mereka meminta petunjuk dari pada-Ku?

Pembunuh Doa#8:Tidak menghargai/ menghormati dan mengasihi sesama
Mazmur 33:13-14 : TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia; dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi.

Tuhan mengasihi semua manusia.Dan Tuhan menginginkan kita mengasihi sesama seperti dianya.
Kesatuan anak Tuhan sangat penting. Seperti : Saudara seiman , suami dan istri, Pendeta dan jemaatnya, orang tua dan anak. sehingga doa kita ada kuasa.

Yoh 13:34 : Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

1 petrus 3:7 , Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah!

Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

1 Petrus 2 :13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi

Salah satu manfaat dari doa adalah membantu kita untuk belajar mengasihi sesama manusia. Adalah mustahil bagi seseorang jika membenci atau mengkritis seseorang yang mereka doakan. Doa menghasilkan Compassion ( Belas kasihan) bukan Competition ( persaingan)
Pembunuh Doa#9:Tidak menghormati Kedaulatan Tuhan
Tuhan sudah mengenal kita sejak dalam rahim
Yeremia 1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau,Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."

Ketika Jesus mengajar doa pada murid-muridnya. Dia mengajar untuk menghormati Tuhan.
“ Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga “ ( Matius 6:9-10). Sangat jelas pernyataan disini Tuhan adalah Maha Kuasa .Kita harus hormat pada otoritas Bapa disurga.Setiap saat kita tidak hormat pada kedaulatan Tuhan, maka kita doa kita tidak ada kuasa.

Pembunuh Doa#10 : Tidak berserah pada kehendak Tuhan
Suatu keuntungan jika kita menyerahkan kehendak kita pada Tuhan, Tuhan berjanji menjawab doa kita.

1 Petrus 3:12 , Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong,tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."

Kita harus tiap hari bertanya pada Tuhan apakah ada penghalang yang mengangu hubungan kita dengan Tuhan. seperti raja Daud dalam Mazmur 139:23-24 . Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Kita belajar dari raja Daud. Bagaimana dia mengatasi dosa perzinahannya.Dia seorang penzinah dan pembunuh suami dari Barsyeba. Dan dia merendahkan dirinya dihadapan Tuhan. dan berani mengaku dosanya.Dan membuat dia semakitn dekat dengan Tuhan dengan pengakuan dosanya.Daud adalah contoh yang baik untuk kita teladani.Ketika kita mengaku dosa kita maka Tuhan akan mengampuni dan menjawab doa kita.

Setiap orang berbeda dalam pergumulannya. dari 10 pembunuh doa yang berkuasa . Daftar mana yang menjadi penghalang doa kita dijawab Tuhan. Anda dapat memeriksa bagian mana yang menjadi pembunuh doa anda.

Pembunuh Doa#1: Dosa yang belum diakui.
Pembunuh Doa#2 : Kurangnya Iman
Pembunuh Doa#3: Tidak taat pada Tuhan
Pembunuh Doa#4: Tidak ada Transparansi dengan Tuhan dan sesama
Pembunuh Doa#5: Tidak mau mengampuni
Pembunuh Doa#6: Motivasi yang salah
Pembunuh Doa#7: Berhala dalam hidup kita
Pembunuh Doa#8:Tidak menghargai dan menghormati sesama
Pembunuh Doa#9:Tidak menghormati Kedaulatan Tuhan
Pembunuh Doa#10 : Tidak berserah pada kehendak Tuhan

Jika anda sudah memeriksa semua hal diatas dan sudah membereskan persoalan anda dengan sesama dan Tuhan.Maka Kuasa dari Doa seperti peluru kendali yang melintasi daerah musuh. Kuasa kegelapan akan dihancurkan.Anda punya kuasa untuk mengusir setan,menyembuhkan orang sakit, membawa hadirat kerajaan Allah dimuka bumi.Anda siap menjadi pengubah sejarah.Karena sejarah milik para pendoa syafaat yang diurapi Roh Kudus.

Tugas : Homiletika Bible Leadership school
Nama: Samuel David Immanuel
Web: Http://Indonesia99.Blogspot.com
Email: Indonesia99@gmail.com

Hukuman Mati Antar Sumiarsih ke Surga


source :www.jawaban.com -


Sumiarsih telah pergi untuk selamanya di usia 58 tahun dengan cara dieksekusi mati. Namun beberapa hari menjelang eksekusi di dalam lembaga pemasyarakatan wanita di Malang, Jawa Timur, sosok Sumiarsih masih terlihat sehat dan tegar. Tak nampak kegelisahan seperti yang dialami terpidana mati lainnya. "Semuanya tergantung kepada Tuhan saja. Walaupun Tuhan menghendaki diri saya meninggal dengan cara dieksekusi, saya percaya itu cara Tuhan yang terbaik untuk saya," itulah pengakuan terakhir Sumiarsih kepada reporter SCTV. Berikut di bawah ini adalah kesaksian Sumiarsih kepada Tim "Solusi".

Namaku Sumiarsih. Dahulu aku seorang mucikari yang mengurusi bisnis pelacuran di Gang Doli, Surabaya. Ternyata, mengelola bisnis seperti ini membutuhkan dana yang cukup besar dan untuk mencukupi kebutuhan anak-anak buahku, aku meminjam sejumlah uang pada Letkol Marinir Purwanto. Satu kali, Purwanto datang dan menagih piutangnya. Dengan mengancam-ancam, ia menagih dan aku merasa sangat tertekan dan ketakutan karenanya. Sampai akhirnya, timbul pikiran pendek di kepalaku untuk membunuhnya. Ide ini kemudian aku utarakan kepada suamiku Jai, anakku Sugeng, dan menantuku Adi Saputra . Kami berembuk dan sepakat untuk membunuh Purwanto di rumahnya dimana Adi Saputra dan Sugeng bertindak sebagai algojo menghabisi keluarga Purwanto.

Pada hari yang telah ditentukan, kami berempat datang berkunjung ke rumah kediaman Purwanto. Pintu diketuk dan kami diterima oleh istri Purwanto yang membuka pintu dan mempersilakan kami masuk. Saat istri Purwanto sedang berada di dapur, muncul anak laki-laki Purwanto. Seketika itu, tragedi pembunuhan pun berlangsung. Adi langsung menghantam kepala sang anak dengan martil hingga tewas. Segera setelah sang anak tewas, Sugeng dan Adi beranjak ke dapur dan langsung menghantam kepala istri Purwanto yang sedang membuat minuman. Kini, tinggal menunggu Purwanto pulang. Tak lama Purwanto pun muncul. Kami yang duduk di ruang tamu langsung menyambutnya dan sempat berbicang-bincang sejenak. Seperti yang telah direncanakan, Sugeng dan Adi menghantam kepala Purwanto hingga tewas.

Perbuatan jahat yang kami lakukan rupanya cepat tercium oleh pihak kepolisian. Lima hari setelah pembunuhan, polisi berhasil melacak, meringkus dan kemudian menahan kami di dalam penjara. Setelah menjalani masa-masa persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pengadilan akhirnya menjatuhkan vonis hukuman mati bagi kami sekeluarga. Waktu aku divonis hukuman mati, aku sangat ketakutan. Apalagi setelah menantu dan anakku dieksekusi pada 30 November 1988, aku jarang bisa tidur. Aku merasa sangat sedih, takut dan menyesali perbuatanku. Berulang kali aku coba untuk lari atau bunuh diri, tapi tidak berhasil.

Di lain pihak, aku juga telah mencoba mengajukan grasi. Pada 28 Juni 1995, aku mengajukan grasi kepada Presiden Soeharto dan ditolak. Di situ aku kembali tepekur dan meratapi hari-hari penantian yang terasa kian menyiksa. Aku merasa cemas dan depresi berat. Di saat-saat penantian yang panjang itulah seorang hamba Tuhan menemuiku dan berbicara tentang Tuhan Yesus. Hamba Tuhan itu terus menerus mengatakan bahwa walaupun manusia tidak bisa mengampuniku, tetapi Tuhan mau mengampuni diriku dan menyelamatkan jiwaku. Begitu mendengar senantiasa bahwa Tuhan bisa mengampuni, imanku pun timbul. Sejak itu ada kerinduan yang dalam untuk mengenal Tuhan dan aku pun mulai membaca firman-Nya setiap hari. Melalui pergumulan di dalam hati, aku mengalami pertemuan pribadi dengan Tuhan Yesus dan aku, Sumiarsih, menyesali perbuatan jahat yang pernah aku lakukan.

Yang terutama, aku menyesal dan sangat berdosa kepada keluarga korban. Kedua, aku menyesal dan berdosa kepada anak dan keluargaku yang turut menjadi korban akibat perbuatanku. Khususnya, anakku Sugeng. Sebagai manusia, aku berharap kepada Tuhan, bagaimana pun aku berkeinginan mati bukan di tangan manusia atau diekseskusi tetapi atas kehendak Tuhan sendiri. Aku percaya, apapun yang terjadi, bila eksekusi dilaksanakan, aku juga tidak apa-apa karena aku memang bersalah dan itu mungkin kehendak Tuhan yang terbaik buatku dan karena aku sudah percaya bahwa Tuhan Yesus sudah selamatkanku. Kalaupun aku harus dihukum mati, aku sudah siap karena Tuhan telah menganugerahkan nyawa-Nya dengan cuma-cuma untuk menyelamatkanku dari kematian kekal di neraka nanti.

Pada 3 Februari 2003, permohonan grasi yang saya ajukan kepada Presiden Megawati kembali ditolak dan aku harus tetap menghadapi penantian hukuman mati. Walaupun begitu, aku yakin dan percaya pada kasih Tuhan. Sisa-sisa hidup kita ini hanya untuk Tuhan karena Tuhan sudah menganugerahkan keselamatan bagi kita, anak-anak Tuhan, secara cuma-cuma. Walaupun dosa kita tidak terhitung, tetapi Tuhan Yesus sudah menebus kita semua di atas kayu salib dengan pengorbanan-Nya. (Kisah ini sudah ditayangkan 14 Juli 2008 dalam acara Solusi di SCTV)

"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman" (II Timotius 4:7).

Sumber kesaksian:

Sumiarsih




Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Ayahku Mati Dengan 20 Tusukan

Ayahku Mati Dengan 20 Tusukan

source:www.Jawaban.com -

Pengampunan itu adalah sesuatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Dan hanya kasih dari Tuhan Yesus sajalah, yang memampukan seseorang untuk mengampuni. Hal ini dibutktikan oleh Juliati dan anak-anaknya, yaitu Darwis, Lukas dan Ivena dengan mengampuni pembunuh yang telah membunuh ayahnya.

Almarhum Asin adalah seorang yang sangat disayangi oleh keluarganya, karena ia sangat baik kepada istri dan anak-anaknya. Ia sering bermain Playstation bersama anak-anaknya, dan sering memancing dengan keluarganya. Lukas sempat membanding-bandingkan dengan orang tua teman-temannya dan ia merasa bahwa ayahnya adalah sosok ayah yang benar-benar baik dibandingkan orang tua yang lainnya.

Pada hari Sabtu itu, saat Asin sekeluarga hendak makan malam keluar, Asin merasakan sebuah firasat tidak enak dan menceritakan hal itu kepada istrinya.

"Saat siang sebelum makan malam, suami saya berkata bahwa ia memiliki firasat buruk, tapi ia tidak tahu firasat apa, oleh karena itu saa tidak menghiraukannya. Ketika kami akan pergi makan malam saya, anak-anak saya dan teman darwis menunggu suami saya diluar rumah. Namun kami bertanya-tanya, mengapa lama sekali keluar dari rumah. Pada saat itu kami pikir, suami saya sedang mengangkat telepon. Lalu kami masuk kedalam rumah dan melihat kalau ternya suami saya telah tergeletak dilantai dan telah bercucuran darah." Tutur Juliati.

Darah sudah menggenangi lantai, dan Asin sudah tidak bergerak lagi. Dengan pertolongan tetangga, Darwis dan beberapa temannya membawa almarhum Asin ke rumah sakit dengan menggunakan bajaj. Namun ditengah perjalanan untuk menyelamatkan nyawa ayahnya, tiba-tiba bajaj itu mogok.

"Akhirnya mau ngga mau, papa harus dikeluarin dari bajaj. Taruh di jalanan, saya yang pegangin. Teman saya berdua memanggil kendaraan, memanggil bajaj atau taksi." Malangnya tak ada satupun kendaraan yang mau berhenti saat itu.

"Akhirnya harus pasang badan, baru ada taksi yang mau berhenti."

Sang ibu akhirnya tiba di rumah sakit diantar teman-temannya dan langsung melihat kondisi suaminya.

Saat itu dokter yang menangani Asin memberi penjelasan kepada Yuliati, "Bu, ini bukan karena terjatuh, ini suatu pembunuhan. Dan ibu sudah terlambat datangnya, orang ini sudah habis darahnya semua." Mendengar hal itu, Juliati terdiam tak dapat bicara apapun.

Asin meninggal dunia akibat 20 luka tusukan, dan kehabisan darah. Mengetahui sang ayah sudah meninggal dunia Darwis mengalami kekecewaan yang luar biasa pada Tuhan.

"Saya marah, saya pukul-pukul lantai, saya duduk di lantai, saya teriak-teriak. Saya bilang, Tuhan jahat! Tuhan jahat! Tuhan pasti ngga ada!"Darwis berteriak histeris. "Saya bilang sama mama saya, saya ngga percaya lagi sama Tuhan Yesus! Kalau Tuhan Yesus ada, Dia harusnya sanggup jaga keluarga saya."

Ibunya tidak bisa berkata banyak kepada Darwis, "Wis, ngga boleh gitu." Lalu ibu Juliati langsung pulang dan kembali ketoko lalu menggembok toko tersebut.

"Saya pikir pembunuhnya masih ada didalam toko saya. Oleh karena itu saya pulang ke toko dan menggembok pintu toko tersebut." Ujar Yuliati.

Setelah polisi bekerja selama berjam-jam melakukan penelusuran mencari pembunuh tersebut di toko Yuliati, akhirnya pembunuh itu tertangkap sedang bersembunyi diantara tumpukan drum.

Dari rumah duka, sang ayah dipindahkan kerumah duka. Sekeluarga masih berharap bahwa sang ayah akan bangkit dari kematian.

"Saya merasa kesal terhadap Tuhan, namun saya masih berharap kepadaNya karena masih ada beberapa hari sebelum penutupan peti. Dan saya pada hari pertama berkata, dalam nama Yesus bangkitlah, dalam nama Yesus bangkitlah, namun ayah tidak bangkit. Dan akhirnya tiba hari dimana akan penutupan peti, lalu saya berkata, Tuhan, kalau Engkau mau membangkitkan ayahku, bangkitkanlah sekarang! Bangkitkan sebelum peti itu ditutup. Namun setelah petinya ditutup, dikunci dan dibor, ayah saya ternyata tidak bangun-bangun lagi." Ujar Darwis.

Hingga akhirnya sang ayah diturunkan ke liang kubur.

"Dalam hati, saya hancur sekali. Secara jiwa, saya ini sudah pengen gila," ungkap ibu Juliati .

"Saya juga sudah putus harapan, mama nangis, adik saya nangis, sekeluarga nangis, ngga bisa ngomong lagi, semuanya cuma bisa nangis."

Darwis dan Lukas sangat terluka dengan kematian ayahnya yang dibunuh dengan begitu kejam. Hal itu membut dendam membara dalam hati mereka, dan mereka ingin sekali membunuh orang yang telah membunuh ayahnya tersebut. Lalu pada saat itu ada 2 orang misteris datang dan mereka marah-marah terhadap pembunuhnya tersebut. Lalu Darwis merasa bahwa orang ini bagus juga untuk membantuin pembalas dendaman kami. Kata orang asing itu, hanya dengan beberapa juta saja sudah dapat membunuh pembunuh ayahnya tersebut. "Bayar 10 juta potong kaki, 20 juta potong tangan, bayar beberapa saya dapat membunuh orang ini" kata orang misterius.

"Saya pengen siksa dia. Saya pengen dia mati," kenang Darwis tentang saat itu.

Lukas menambahkan, "Kalau waktu itu saya yang ditawarin, saya pasti langsung bilang iya." Namun sang ibu tidak setuju dan akhirnya mereka menolak batuan dari orang asing itu. Hal itu ibu Juliati lakukan karena mengetahui kebenaran bahwa pembalasan itu merupakan haknya Tuhan.

Keluarga Juliati sulit untuk melupakan tragedi pembunuhan yang telah terjadi, bahkan mereka seringkali merasa bahwa sosok suami dan ayah tersebut masih ada dan hidup. Hal ini sangat berat untuk dilalui, bahkan setelah satu tahun setelah kejadian tersebut.

Akibat kecewa kepada Tuhan, Darwis merasakan keputusasaan yang dalam, bahkan dia melarikan diri pada hal-hal negatif seperti rokok. Ibu Juliati pun merasakan beratnya hidup, berbagai ketakutan dan kekuatiran menghantuinya.

Bertahun-tahun Darwis dan Lukas menyimpan kepahitan kepada pembunuh ayahnya. Hingga suatu hari, Darwis dan Lukas mengikuti persekutuan pemuda waktu dan tempat yang berbeda, mereka diperhadapkan sebuah tantangan besar.

Lukas bertutur tentang peristiwa yang dialaminya,"Kotbahnya bilang, lebih baik mengampuni. Karena kepahitan akar dari segala kejahatan. Karena kalau ngga mau ngampuni, saya yang kena dampaknya yang buruk. Saya ngga mau, saya pengen ngampuni. Tapi kok susah banget."

Hal yang sama diungkapkan Darwis, waktu itu pengkotbah memberikan tantangan untuk mengampuni papanya. "Tapi saya bilang sama Tuhan, saya ngga punya papa lagi. Saya ngga punya papa lagi. Saya menangis"

Teman-teman Darwis saat itu memuji Tuhan dengan sukacita, namun entah mengapa Darwis merasa sangat sedih.

Pada hari itu Tuhan menghampirinya hari itu dan bertanya "Darwis, kamu tahu tidak aku siapa?"

Darwis menjawab, "Aku ngga mau tahu Tuhan!" Kembali pribadi penuh kasih itu bertanya, "Darwis, kamu tahu tidak aku siapa?"

Akhirnya Darwis menjawab,"Ya, Tuhan, saya tahu kamu adalah Tuhan Yesus".

Saat itu sebuah pernyataan yang luar biasa Darwis terima, "Saya bukan hanya Tuhan bagi kamu, saya adalah papa bagi kamu."

Namun sepertinya didalam diri mereka, mereka merasa ada sesuatu yang menolak untuk dapat mengampuni pembunuh tersebut. Mereka merasa ayah tercintanya telah dibunuh, dan mereka tidak a kan pernah merasakan kebahagiaan seperti yang diberikan ayahnya dahulu. Namun kasih Tuhan, membuat mereka dapat melepaskan pengampunan atas pembunuh ayah mereka, hingga akhinya kehidupan mereka dipulihkan dan dapat merasakan kasih dan sukacita dari Tuhan kembali.

"Seandainya kalau saat ini pembunuh itu lihat, saya cuma mau bilang bahwa saya pribadi sudah mengampuni kamu, dan kami sekeluarga sudah mengampuni kamu. Saya Cuma berdoa agar hidup kamu menjadi lebih baik," demikian pesan Lukas, Darwis dan ibu Juliati bagi pembunuh ayah dan suami tercinta.

Dan akhirnya seluruh isi keluarga ini dapat mengampuni pembunuh tersebut. Dan menjadikan Tuhan Yesus bukan hanya Tuhan dan juru selamatnya namun juga adalah Bapa mereka untuk selama-lamanya. (Kisah ini sudah ditayangkan 9 Juni 2008 dalam acara Solusi di SCTV).
Sumber Kesaksian :

Darwis




Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Journaling with Smart Questions can change your life!

Journaling with Smart Questions can change your life!
7 P's Personal Performance Process


Catch your blind spots, stay on track and improve your habits. Become more focused, clear, creative, purposeful, aware and balanced.

There is magic in taking time to ask yourself the right questions that will pop out the right answers for you. At least monthly, if not weekly, spend about an hour and answer all of these questions. Be brutally honest with yourself. Once you have answered the questions, create a list of action steps for your next week or month. Do this process regularly and watch your life change.

Patterns, processes, procrastination, habits:
Where can I be more efficient in my life?
What 5 things have I been procrastinating?
What are my time wasters?
What excuses keep me stuck?

Problems, past, pain:
Where am I vulnerable?
Where do I hold myself back?
What am I afraid of?
Where do I not like myself?
What stresses me?
How are my strengths perceived as a weakness?
What major block needs to be resolved?
For what problems must I ask for solutions?

Perceptions and perspectives of myself and others:
What are the needs/desires of my boss or partner or family?
What is God's agenda for me?
What contacts or friends do I want to develop more?
How can I enhance my inter-personal skills?
What negative or limiting thoughts keep jumping into my mind?
What key choices am I ready to make?

Prosperity:
How can I create another or larger income stream?
How can I increase my overall abundance?
In what areas do I want to receive more learning?
How can I be more productive and effective?

Principles and values:
What 3 areas in my life do I want to recommit to?
Where do I need to clarify my stand or position?
What deeds or actions need my forgiveness or acceptance?
What can I do to increase balance in my life?
What value is most important for me to express now?

Purpose, potential, passion, power, possibilities, path:
What are my deepest heart-felt desires, dreams and visions?
Where are my life purpose and goals unclear?
How can I experience a greater sense of meaning in life?
What new ideas are teasing me these days?
Where are some opportunities for me to give?

Peace of mind, play, pleasure, pamper:
When do I feel greatest happiness in my life?
What can I do to have more fun in all areas of my life?
How can I get more stillness, solitude and peace in my life?

When you have completed the answers and the resulting action steps, ask yourself, "What am I missing? Is there anything else?" Use questions often. The subconscious mind is always answering. We must only practice asking and then listening

GOd is the answer for every thing problems. When you do not have answer

Ketika saya merenungkan kehidupan sebagai manusia.
Kita sebagai manusia begitu fana. Kita tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi dimasa depan kita.
Hanya Tuhan yang tahu dan memegang masa depan kita.Generasi satu lahir dan mati. Tidak ada kenangan.
Semua yang punya harus ditinggal.
Rumah, mobil, deposito bank, kekasih, istri/suami dan anak2 anda.
Kepintaran, buku2 anda dan terakhir tubuh anda. Harus anda tinggalkan.
Kekayaan adalah titipan.
Carilah dahulu Kerajaaan Allah dan semuanya akan ditambahkan pada mu.

Pengalaman saya dengan Tuhan Jesus adalah dashyat.
Bagaimana disaat saat lagi dalam kesusahan, jalan buntu ada penghiburan melalui lagu rohani dan Ayat firman Tuhan.
Lagu2 seperti :
Janji Mu seperti Fajar
Hati sebagi Hamba
Sentuh Hatiku
Sunguh Indah Kau Tuhan.

Lagu2 diatas menguatkan ketika kita mengalami kekeringan dan kejenuhan sebagai manusia.
Hidup adalah perjuangan.
Kegagalan masa lalu sebagai pelajaran bagi kita. Kita belajar dari kesalahan masa lalu.
Kesuksesan sebagai bara api untuk tetap semangat dalam hidup.
Kita sebagai manusia pernah gagal dalam hidup. seperti:
Gagal dalam cinta
Gagal dalam bisnis
Gagal dalam pekerjaan
Gagal dalam sekolah

Ketika kita putus asa. Kita mesti ingat GOD is good all the times.
Tuhan perduli akan kita karena kita adalah anak2nya.
Tuhan tidak pernah terlelap.Pendengarannya bukan tidak tajam dan Matanya tidak buta dan telinganya tidak Tuli.Tetapi yang menjadi pemisah adalah dosa kita.

Kita mesti jujur dan tulus. Berkomunikasi dengan Tuhan seperti berbicara kepada Sahabat Baik dan seperti seorang anak kepada Bapaknya.
Hubungan Tuhan itu harus istimewa seperti hubungan Suami-istri.
Special dan di uji kesetiaan. Tetap mengucap syukur dikala susah dan senang.
Tuhan tidak suka orang yang selingkuh tetapi orang yang tulus dan baik.Yang perduli dengan orang kecil dan tertindas.
Tempat kekuatan bagi yang putus asa, sedih ,patah hati. Datanglah Pada Tuhan Yesus. Roh kudus akan menghibur dan menguatkan kita.

Golden Rule

Perintah Yesus dalam Kitab Suci sangat terkenal, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh Hukum Taurat dan kitab para nabi."(Mat 7:12) Perintah Yesus ini seringkali disebut dengan "Gerbang EMAS" atau "The Golden Rule." Begitu pentingnya perintah ini, sehingga Yesus melihatnya sebagai suatu rangkuman dari seluruh Hukum Taurat dan kitab para nabi. Rumusan negatif dari perintah ini adalah : "Jangan lakukan kepada orang lain apa yang tidak kamu kehendaki orang lain perbuat kepadamu."

Perintah ini berkaitan dengan cinta terhadap sesama atau berkaitan dengan relasi antar sesama manusia. Perintah ini sesungguhnya merupakan salah satu aspek paling penting dari hukum baru, yaitu hukum cinta kasih. "Cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan cintailah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Mat. 22 : 34-39) Lagi kata Yesus, "Aku memberikan perintah baru kepadamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi." (Yoh. 13 : 34)

"Cintailah sesamamu seperti dirimu sendiri" berkaitan dengan hubungan antar sesama manusia. Mencintai diri sendiri menjadi ukuran dalam mencintai orang lain. Tentu saja mencintai diri sendiri tidak sama dengan cinta yang jatuh pada egoisme. Di sini dapat dilihat bahwa Yesus meradikalkan hubungan antar sesama manusia. Hubungan itu bukan hubungan biasa. Segala sesuatu yang yang kamu kehendaki, perbuatlah demikian juga kepada orang lain. Kamu menghendaki sesuatu yang baik bagi dirimu, maka berbuatlah kebaikan terhadap orang lain. Sebaliknya kalau dirimu tidak menghendaki yang jahat, janganlah berbuat jahat terhadap sesama. Maka setiap perbuatan entah baik atau jahat pasti ada ganjarannya. Kalau kita berbuat baik, kita akan menuai kebaikan dari Tuhan melalui orang lain, sebaliknya kalau berbuat jahat pasti ada juga ganjarannya.

Dalam hubungan dengan sesama, kita juga harus mengetahui kebutuhan orang lain dan menyediakan diri bagi kebutuhannya. Dengan demikian manusia bertanggungjawab atas sesamanya.

Dalam Bisnis jika kita tulus dan tidak ada unsur penipuan dan trik2 kotor.
Saya yakin Tuhan pasti memberkati dan customer anda menghargai anda.
If we put GOD No 1 in our Heart and mind.
GOD with put you and me in HIS heart no 1.
GOD will bless you and open the way, when there is no way, no hope
GOd will open the door for your future.
That is my experience with GOD.

Tuhan memberi persoalan dan kegagalan untuk kita sadar bahwa kita ini manusia terbatas. Kita tidak layak untuk bangga atau sombong.
Persoalan berat membuat kita mencari Tuhan YESUS. Tuhan yang pernah mengunjungi manusia dalam dunia.
Terima kasih Bapa yang disurga
Untuk nafas yang kau berikan, rasa damai dan tidur nyenyak, makanan jasmani dan rohani.
Tuhan adalah konselor yang terbaik diatas segala ahli psikologi, konselor, guru motivasi.
Tuhan adalah dokter diatas segala dokter spesialis segala penyakit anda.
Tuhan Bapa yang baik bagi yang kehilangan Orang tuannya baik bapak dan ibu
Tuhan adalah Sahabat yang terbaik diatas sahabat anda yang terbaik, Tuhan siap 24 jam sehari untuk mendengar curahan hatimu, air matamu dan rasa kesepianmu.
Tuhan adalah penasehat terbaik dan motivator terbaik diatas segala penasehat bisnis anda
Tuhan adalah konsultan pernikahan/Jodoh terbaik diatas segala konsultan biro jodoh dan perkawinan.
Tuhan adalah Jalan keluar bagi segala jalan buntu didunia.

Tuhan aku mencintai MU, YOU are my best Counsellor and Advisor.
Holy Spirit
You Are Great,Wonderfull, Great Master,
I cannot live without you. I can lost every thing in my life. But I can lost my GOD.
You are so special. You are my power and motivator.
God bless u.
If you have any problem. Talk to God as a good friend. God is waiting your praying.
GOd is the answer for every thing problems. When you donot have answer
If you have GOD , You already get everything you need in this world

Jakarta, August 16, 2008.10:36 PM
Samuel Davod Immanuel

KPK dan Korupsi

Tidak bisa perangi korupsi kalau 'kurang kaki'

Antasari Azhar berdiri di belakang podium pada siang pada Mei. Kedua tangannya sesekali membetulkan mikrofon. Hampir 30 menit dia bercerita soal korupsi. Dari penyebab, pengaruh hingga upaya pemberantasan praktik jahat tersebut. Dia menilai korupsi sudah mengakar. Mendarah daging.

"Juga menyebabkan kemiskinan. Uang yang diambil seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

Antasari adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) generasi kedua. Legislator di Senayan memilihnya untuk memimpin lembaga itu pada 2007-2011. Dia menggantikan Taufiequrachman Ruki, komandan pertama KPK periode 2003-2007. Ruki dulu berkarier di kepolisian, Antasari di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Ketika itu Antasari membeberkan buruknya praktik korupsi kepada mahasiswa dan dosen salah satu kampus di kawasan Jakarta Timur.

Dia memakai data Transparency International (TI), organisasi sipil internasional yang melawan praktik korupsi. Indonesia punya skor dua, dari nilai 10 sebagai angka tertinggi. Level ini tak banyak berubah sejak tiga tahun belakangan. Menurut Antasari, praktik koruptif masih tersebar di lembaga pemerintahan yang melayani warga negara.

KPK generasi kedua memang mulai menyoroti buruknya pelayanan publik. Survei yang dilakukan KPK tahun lalu menunjukkan rendahnya skor yang dimiliki lembaga pemerintah dalam urusan ini. Masyarakat, dalam survei itu, justru menyatakan uang pelicin dapat memperlancar urusan. Memotong birokrasi. Mengurus perizinan.

Antasari memang mulai masuk ke wilayah yang belum tersentuh KPK jilid satu: dugaan suap.

Selama dipimpin Ruki, KPK lebih banyak menyoroti penggelembungan dana di anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) oleh para pemimpinnya. Mulai dari mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh sampai mantan orang nomer satu di Kalimantan Selatan, Sjahril Darham.

Namun, untuk kasus suap? Hasilnya relatif tidak maksimal.

Bisa saja ini yang membuat Antasari bergerak. Penggrebekan pun digelar.

Dari anggota DPR Al Amin Nur Nasution dan Bulyan Royan, sampai jaksa Urip Tri Gunawan, jaksa yang menangani perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Semuanya tertangkap basah.

Kejagung sendiri tertampar mukanya. Penangkapan Urip pada Maret silam, justru menerangkan buruknya kinerja lembaga penegak hukum itu. Urip adalah Ketua Tim Penyelidik BLBI, yang tertangkap tangan menerima uang US$660.000 dari Artalyta Suryani, kerabat Sjamsul Nursalim, pemilik Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI), yang tersandung kasus besar BLBI.

Kritik bermunculan. Juga desakan mundur terhadap Jaksa Agung, Hendarman Supandji.

Alasannya, reformasi di lembaga itu gagal. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Hendarman seharusnya mengetahui orang-orang yang akan ditempatkannya. Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kemas Yahya Rahman dicopot dari jabatannya juga karena Artalyta. Kemas diketahui menjalin kontak dengannya terkait penanganan perkara BLBI. Kasus Kemas-Artalyta-Urip mungkin saja membenarkan desas-desus buruk selama ini di Kejagung dalam menangani perkara. "Hendarman gagal melakukan pembenahan," demikian Teten Masduki, Koordinator ICW.

Namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih memercayai Hendarman. Dia tak mencopotnya. Dalam Pidato Kenegaraan kemarin, Yudhoyono menyatakan pemberantasan korupsi merupakan prioritas pemerintah dan tanpa pandang bulu. Termasuk penegak hukum.

Kasus BLBI adalah kasus besar yang hingga hari ini belum mencapai kata selesai. Ini bermula dari pinjaman bank sentral kepada bank-bank akibat kesulitan likuiditas pada 1997. Namun, belakangan diketahui terdapat indikasi penyimpangan oleh pengguna pinjaman tersebut. Tertangkapnya Urip, justru menunjukkan ketidakpastian penanganan perkara itu, sekaligus merosotkan kredibilitas Kejagung.

Ambil alih

Kritik tak hanya sampai ke Gedung Bundar, tapi juga diarahkan ke KPK. Denny Indrayana, Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi UGM, mendesak agar lembaga itu mengambil alih kasus BLBI dari Kejagung. Indikasinya jelas: dugaan suap dan buruknya penanganan perkara. Menurut dia, KPK juga dapat mengambil kasus sebelum lembaga itu lahir pada 2002 silam. "Tidak ada dalih lagi KPK untuk tak mengambil alih kasus itu."

KPK tak jua beranjak. Belum lagi rampung satu urusan, kekhawatiran lainnya mencuat.

Tenggang yang diberikan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap undang-undang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi hampir saja habis. Pada 19 Desember 2006, MK menyatakan pengadilan korupsi bertentangan dengan UUD 1945 karena tak diatur oleh undang-undang tersendiri. MK memberi waktu tiga tahun.

Firmansyah Arifin, Koordinator Konsorsium Reformasi Hukum Nasional, menegaskan jika undang-undang tak segera disahkan tahun ini, Pengadilan Korupsi berpotensi dibekukan. "Tahun depan adalah tahun pemilu, para politisi akan lebih repot bagaimana memenangkan partai dan calon presidennya," ujarnya.

Pada Agustus, pemerintah baru saja menyerahkan draf undang-undang pengadilan korupsi ke parlemen. Ketua DPR RI Agung Laksono berjanji akan menindaklanjuti rancangan undang-undang tersebut. Peraturan soal Pengadilan Korupsi menjadi sangat penting dalam pemberantasan korupsi.

Mari melihat mengapa demikian.

Terbongkarnya dugaan nepotisme antara Artalyta-Kemas-Urip adalah salah satu hal yang ditunjukkan Pengadilan Korupsi. Akhirnya, Kemas dicopot, Urip dan Artalyta diadili. Demikian juga kasus Al Amin Nur Nasution.

Belum lagi kasus aliran dana suap BI. Selama ini, tak ada orang yang divonis bebas ketika duduk sebagai terdakwa sejak didirikan. Lihat saja kasus Mulyana Kusumah, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2004. Atau Nazaruddin Sjamsuddin, bos Mulyana di KPU. Mereka semuanya divonis bersalah. Pengadilan Korupsi dianggap pengadilan yang mampu menghukum koruptor.

Tak hanya di wilayah pusat, KPK juga bertugas mengawasi kasus-kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri, Kejaksaan Tinggi hingga kepolisian di daerah. Istilah Antasari , KPK saat ini menjadi 'pelatuk' dalam pemberantasan korupsi. Namun, hal itu akan terhambat jika Pengadilan Tipikor ditiadakan. Semuanya kini, bergantung pada parlemen-yang kini juga menjadi bidikan KPK-untuk menyelesaikan undang-undangnya.

Pengadilan umum diduga masih rawan intervensi, terutama dengan uang dan kekuasaan.

"Percuma KPK menangkap basah orang," ujar Firmansyah. "Jika tak ada Pengadilan Korupsi, pemberantasan korupsi akan kehilangan satu kaki."

Oleh Anugerah Perkasa
Wartawan Bisnis Indonesia

JANJIMU SEPERTI FAJAR (story behind the song)







"JanjiMu s'perti fajar pagi hari....
yang tiada pernah terlambat bersinar....
cintaMu s'perti sungai yang mengalir....
dan kutahu betapa dalam kasihMu.........."

Demikian lirik dari reff lagu "JanjiMu Seperti Fajar".
Hampir semua umat Kristen dari berbagai denominasi Gereja bisa menyanyikannya.
Saya ingat, suatu kali dalam pelayanan kunjungan ke Rumah Sakit,
kami menyanyikan lagu-lagu penghiburan dari kamar ke kamar, untuk menguatkan dan memberi pengharapan kepada pasien-pasien yang sedang terbaring lemah di Rumah Sakit.
Ada seorang pasien yang meminta lagu JanjiMu Seperti Fajar dinyanyikan.
Pasien ini menderita kanker stadium lanjut dan sudah sangat lemah.
Kerabat keluarga yang dikasihi mengelilinginya, dan bersama-sama kami menyanyikan lagu ini.
Tak terasa airmata menetes. Rasa haru yang dalam begitu kuat menguasai kami, dan kasih Bapa terasa dicurahkan atas pasien itu.
Teman-teman juga pasti mengalaminya saat menyanyikan lagu ini.
Ada kekuatan baru yang dilimpahkan ke atas setiap yang menyanyikannya.
Yang jelas...banyak orang diberkati, tapi nggak banyak yang tahu siapa penulis lagu ini. Penasaran ???
Untuk itu, saya sengaja meminta kepada songwriter, Afen, untuk menuliskan story behind the song. Apa yang dialaminya, sehingga lagu yang sangat powerful ini tercipta. Original lho. From the deepest heart of songwriter "JanjiMu Seperti Fajar".......


Nama saya Afen Hardianto.


Saya tinggal di Malang bersama dengan istri dan 2 anak saya yang perempuan 6 tahun dan yang laki-laki 4 tahun.
Saya berpacaran dengan istri saya sejak duduk dibangku SMA. Pada masa kita masih pacaran hubungan kita ditentang oleh keluarga istri saya. Tetapi kita tetap berpacaran sampai akhirnya kita mendapatkan restu untuk menikah. Tanpa saya sadari ternyata saya menyimpan kepahitan dari akibat hubungan kami yang dulunya ditentang.



Dan kepahitan itu saya simpan dan pupuk dan saya bawa di pernikahan sampai menyebabkan hubungan saya dengan istri menjadi kurang harmonis di tahun-tahun awal pernikahan kami.
Kemudian masuklah pihak ke tiga yang semakin memperkeruh keadaan rumah tangga kami. Dan rumah tangga saya semakin amburadul.
Saya menolak dan menganggap istri saya sebagai penghalang kebahagiaan saya, sehingga saya membenci istri saya. Rasa cinta terhadap istri sudah tidak ada lagi, yang ada adalah kebencian yang menumpuk. Saya selalu menyakiti hati istri saya, walaupun istri saya tidak membalas tetapi saya semakin menyakitinya.
Saya tidak mempedulikan anak saya, dan saya pun sibuk dengan keegoisan saya sendiri. Yang dilakukan istri saya hanya berdoa dan berpuasa, bahkan saat ia mengandung anak kami yang ke 2, ia berpuasa Ester untuk saya.
Istri saya menutupi segala keadaan yang terjadi dalam rumah tangga kami dari keluarganya. Ia berpegang pada firman Tuhan di Amsal 21:1 :
“jika hati raja-raja ada didalam genggaman tangan Tuhan,
apalagi hati seorang Afen”

Tetapi saya tetap tidak memperdulikannya sampai pada akhirnya saya menyuruh istri saya untuk pergi dan saya antarkan istri dan anak saya pulang ke rumah orang tua istri saya. Dan orang tua istri saya pun menerima mereka dan juga menghendaki perpisahan ini dan megharapkan akan berujung pada perceraian. Saat itu istri saya berkata kepada saya, ini bukan akhir dari segalanya. Setelah saya meninggalkan istri dan anak saya, saya berpikir saya akan menjalani hidup saya yang baru. Tetapi pada suatu malam pada saat saya sendiri Tuhan mengingatkan saya pada anak saya yang pertama, saya tiba-tiba merasakan rindu dan kangen sekali pada anak saya itu. Waktu itu anak saya masih berusia 1,5 tahun. Hati saya hancur dan saya menangis.
Saya berkata kepada Tuhan :
“ Tuhan apakah akhir dari hidupku akan seperti ini, saya yang dari dulu (SMP) sudah melayani Tuhan sebagai pemain musik tetapi apakah rumah tanggaku akan berakhir dengan perceraian?”

Tiba-tiba Tuhan memberikan melodi kepada saya lagu : "JanjiMu Seperti Fajar", dimana rencana saya lagu ini akan saya simpan untuk saya pribadi.
Tetapi pada saat pendeta saya mau rekaman, pendeta saya kekurangan 1 lagu dan ia bertanya kepada saya, apa saya mempunyai lagu.
Dengan malu-malu saya tunjukkan lagu JanjiMu Seperti Fajar kepadanya.
Saya benar-benar tidak menyangka lagu tersebut ternyata menjadi berkat bagi banyak orang, termasuk saya dan keluarga.




Dan singkat cerita Tuhan memulihkan keluarga saya.
Istri, dan anak-anak saya juga sudah kembali bersatu dengan saya.
Bahkan anak ke 2 saya yang dulu saya tolak dan lahir secara premature tanpa saya dampingi juga lahir dalam keadaan yang normal dan sehat.
Dan setelah keluarga saya kembali bersatu, saya juga baru mengetahui bahwa pada saat keluarga saya berantakan setiap hari istri saya menuliskan kata-kata iman di sebuah buku.



Didalam tulisannya tersebut istri saya mengatakan :
Suamiku Afen pasti dikembalikan Tuhan padaku, keadaan ini adalah baik bagiku karena pasti ada anugerah besar bagiku,
suamiku Afen adalah suami yang takut akan Tuhan,
suamiku Afen adalah suami yang mengasihiku,
semua ini mendatangkan kebaikan bagiku karena Tuhan pembelaku ada di pihakku.

Dan sekarang saya benar-benar merasakan pemulihan yang Tuhan kerjakan di dalam hidupku, bahkan saya juga tidak menyangka bahwa lagu JanjiMu Seperti Fajar menjadi lagu terbaik Indonesian Gospel Music Award 2006, menjadi theme song sebuah sinetron dengan judul yang sama, dan Tuhan memelihara hidup kami sekeluarga juga melalui lagu tersebut.
Terima kasih Tuhan Yesus Memberkati.
(from Afen Hardianto)

....wow...sungguh testimony yang mengharu biru.
Teman-teman pasti lebih dikuatkan lagi ya.
Nggak pernah menyesal ikut Yesus, karena di dalam Yesus nggak ada tuh yang namanya dead end. Selalu ada jalan keluar. Selalu ada pengharapan yang baru. Pengharapan yang tidak pernah sia-sia.
Kalau Afen (especially his wife) mengalami jalan keluar, kita juga akan mengalami jalan keluar.

Because our destiny is being more than a conquerer !!!
Selamat berjuang !!!